Motode pendidikan Rasulullah

27 Januari 2010

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam amat penting, terutama bagi pelajar-pelajar agama islam dan pemimpin-pemimpin islam. Dengan mempelajari Sejarah Pendidikan Islam kita dapat mengetahui sebab kemajuan dan kemunduran islam baik dari cara didikannya maupun cara ajarannya. Khusunya pendidikan islam pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW, sebagai suri teladan dan rahmatan lil’alamin bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat dan kedatangan hari kiamat dan banyak menyebut Allah adalah pendidik pertama terutama dalam dunia pendidikan Islam.tranformasi ilmu pengetahuan, internalisasi nilai-nilai spiritualisme dan bimbingan emosional yang di lakukann rasulullah dapat di katakan sebagai mu’jizat yang luarbiasa,manusia yang bagaimana apa dan dimanapun tidak dapat melakun hal yang sama.
Hasil pendidikan Islam periode Rasulullah terlihat dari kemampuan murid-muridnya (para sahabat) yang luarbiasa, misalnya: Umar Ibn khattab, ahli Hukum dan pemerintahan,Salman Alfarisi, ahli perbandingan Agama. Ali Ibn Abi thalib, ahli hukum dan tafsir Al-qur’an, kemudian murid dari para sahabat di kemudian hari , tabi-tabi’in, banyak yang ahli dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan sains, teknologi, astronimi,dan filsafat yang mengantar Islam ke pintu zaman ke emasan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sosio kultural masyarakat mekah dan madinah

Kondisi sosio kultural masyarakat pra- Islam terutama pada masyarakat makkah dan madinah sangat mempengaruhi pola pendidikan periode Rasullulah di makkah dan madinah. Secara kuantitas orang-orang yang masuk Islam pada fase mekah lebih sedikit dari pada oranng-orang yang masuk Islam pada fase madinah. Hal tersebut di antaranya di sebabkan oleh watak dan budaya nenek moyang mereka, sedangkan masyarakat di masyarakat madinah lebih mudah di masuki ajaran Islam karena saat kondisi masyarakat, khususnya Aus dan Khazraj, sangat membutuhkan se orang pemimpin untuk melenturkan pertikaian sesama mereka dan sebagai ”pelindung” dari ancaman kaum yahudi, di samping penduduknya yang lebih ramah yang di latar belakangi kaum yahudi, di samping sifat penduduknya yang lebih ramah serta di latar belakangi giografis yang lebih nyaman dan subur. Dalam hal ini penulis mencaba mengungkapkan pola pendidikan Islam periode Rasulullah SAW. Yang dapat di bedakan menjadi dua fase yaitu (1) fase Mekkah dan (2) fase Madinah.
1. Fase Mekkah
Allah yang maha kuasa dan bijaksana, sebagai penuntun umat manusia, Muhammad Ibn Abdullah sejak awal sekali telah di siapkan Allah, dengan menjaganya dari sikap-sikap jahiliah, dengan ahklak yang terpuji, syarat dengan nilai-nilai humanisme dan spiritualisme di tengah-tengah umat yang hampir saja tidak berpri kemanusiaan. Steseorang yang teguah mempertahankan tradisi Nabi Ibrahim, tabah dalam mencari kebenaran hakiki, menjatuhkan diri dari keramaiaan dan sikap hedinisme dengan berkontemplasi (ber-tahunnus) di gua Hira. Pada tanggal 17 Ramadhan turunlah wahyu Allah yang pertama , Surat Al-alaq ayat 1-5 sebagai fase pendidikan Islam di mekah.
a. Tahapan pendidikan Islam di fase mekah
Pole pendidikan yang di lakukan oleh Rasulullah sejalan dengan tahapan-tahapan dakwah yang di sampaikannnya kepada kaum Quraisy, di lihat dari tahapan pendidikan Islam penulis membagikan kedalam tiga tahapan:
(1). Tahapan pendidikan Islam secara Rahasia dan perorangan
Pada awal turunya wahyu yang pertama pola pendidikan Islam yang di lakukan adalah dengan cara sembinyi-sembunyi mengingat kondisi politik yang belum stabil, di mulai dari dirinya sendiri dan keluarga dekatnya. Mula-mula Rasullah mendidik istrinya, Khatijah untuk beriman dan menerima petunjuk dari Allah. Kemudian di ikuti oleh anak angkatnya Ali Ibn Abi thalib. Secara ber angsur-angsur ajakan itu meluas tapi hanya di kalangan keluarga suku Quraisy seperti Usman bin Affan dan lain sebagainya. Lembaga pendidikan dan pusat kegiatan pendidikan Islam pertama di era awal ini adalah rumah Arqam ibn Arqam.
(2). Tahapan pendidikan Islam secara terang-terangan
Tahapan sembinyi-sembunyi berlangsung selama tiga tahun sampai turun wahyu berukutnya yang memerintahkan dakwah secara trbuka dan terangterangan. Perintah dakwah secara terang-terangan di lakukan Rsulullah, seiring dengan semakin banyak dan untuk meningkat jangkauaan seruan dakwah, karena diyakini dengan daakwah tersebut banyak kaum Quraisy yang akan masuk Agama Islam. Di samping itu keberadaan rumah Arqam sebagai pusat dan lembaga pendidikan Islam sudah di ketahui oleh kaum Quraisy.
(3) Tahap pendidikan Islam untuk umum
Hasil seruan dakwah yang terang- terangan yang berfokus pada keluarga dekat, kelihatannya belum maksimal sesuai dengan apa yang di harapkan. Maka Rasulullah mengubah strategi dakwahnya dari seruan yang berfokus dari keluarga dekat beralih kepada seruan umum, umat manisia secara keseluruhan.
B. Materi pendidikan Islam
Materi pendidikan Islam pada fase mekah dapat di bagi kepada dua bagian antara lain :
Pertama, materi pendidikan tauhid materi ini lebih di fokuskan untuk memurnikan ajaran tauhid yang di bawa Nabi Ibrahim yang terdapat dalam kandungan surat Al-fatihah ayat 1-7 dan surat Al-iklas ayat 1-5 secara praktis ajaran tauhid di berikan melalui cara-cara yang bijaksana,menuntun akan pikiran dengan mengajak umat untuk membaca, memperhatikan dan memikirkan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.
Kedua, materi pengajaran Al-Quran. Materi ini dapat di rinci kepada : (1) materi baca tulis Al-Qur’an untuk sekarang di sebut Imla’ dan Iqra’ (2) materi menghafal ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian di sebut dengan menghafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. (3) materi pemahaman Al-Qur’an saat ini di sebut dengan Fahmi Al-Qur’an, tujuan materi ini adalah untuk meluruskan pola pikir umat Islam yang di pengarihi oloeh pola pikir jahiliah
C. Metode pendidikan Islam
Metode pendidikan Islam yang di lakukan Rasulullah dalam mendidik sahabt-sahabatnya antara lain:
1. Metode caramah, menyampaikan wahyu yang baru di terimanya dan memberikan penjelasan-penjelasan serta keterangan-keterangan.
2. Dialog, semisal Rsulullah dengan Mu’az Ibn jabal ketika Mu’az akan di utus sebgai Kadi di negri yaman, dialog antara Rasulullah dengan para sahabat untuk mengatur srategi perang.
3. Diskusi atau tanya jawab, seiring sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang suatu hukum kemudian Rasulullah menjawabnya.
4. Metode perumpamaan, misalnya orang mu’min itu laksana satu tubuh, bila sakit anggota satu tubuh, dan anggota tubuh lainnya akan merasakannya.
5. Metode kisah, misalnya kisah beliau dalam perjalanan Isra’dan mi’raj dan kisah tentang pertemuan antara Nabi Musa dengan Nabi Khaidir.
6. Metode pembiasaan, membiasakan kaum muslimin shalatberjamaah.
7. Metode hafalan misalnya, para sahabat di anjurkan untuk menjaga Al-Qur’an dengan menghafalnya.

D. Kurikulum pendidikan Islam
Kurikulum pendidikan Islam pada masa Rasulullah baik di Mekah maupun di Madinah adalah Al-Qur’an yang Allah wahyukan sesuai dengan kondisi dan situasi, kejadian dan peristiwa yang dialami umat Islam pada saat ini, karena itu dalam prakteknnya tidak logis dan rasional tetapi juga fitrah yang fragmatis. Hasil cara yang demikian dapat dilihat dari sikap rohani dan mental para pengikitnya.
E. Lembaga pendidikan Islam
Dalam hal ini penulis menjelaskan bahwa, lembaga pemndidikan Islam pada fase mekah ada dua macam yaitu:
pertama rumah Arqam Ibn Arqam tempat pertama berkumpulnya kaum mislimin beserta Rsulullah untuk belajar hukum-hukum dasar ajaran Islam. Rumah ini merupakan lembaga pendidikan Islam pertama atau madrasah yang pertama kali dalam islam adapun yang mengajar dalam lembaga tersebut adalah rasulullah sendiri.
Kedua kuttab, pendidikan di kuuttab tidak sama dengan pendidikan yang di adakan di rumah Arqam Ibn Arqam meliputi materi tentang hukum-hukum Islam dan dasar-dasar Agama Islam. Sedangkan pendidikan di kuttap pada awalnya lebih berfokus pada baca tilis sastra, ayair Arab, dan pembelajaran berhitung.
2. Fase Madinah
Kedatangan Nabi Muhammad SAW bersama kaum muslimin mekah, di sambut oleh penduduk madinah dengan penuhh gembira dan penuh rasa persaudaraan. Maka Islam mendapat lingkungan baru yang bebas dari ancaman para penguasa Quraisy mekkah lingkungan dakwahnya menpunyai ajaran Islam dan menjabarkannya dalam kehidupan sehari-hari. Wahyu secara beruntun di periode madinah kebijaksanaan Nabi muhammad SAW dalam mengajarkan Al-Qur’an adalah menganjurkan pengikiutnya untik menghafal dan menulis ayat Al-Qura’an sebagaimana di ajarkannya.
Kalau periode mekah, ciri pokok pembinaan pendidikan Islam adalah pendidikan tauhid dalam arti yang luas, maka pada periode madinah ciri pokok pembinaan pendidikan Islam adalah sebagai pendidikan sosial politik. Tetapi sebenarnya antara keduahal ini bukahlah kedua ciri yang dapat di pisahkan satu sama lain.
a. Lembaga pendidikan Islam
Ketika Rasulullah dan para sahabat hijrah ke madinah salah satu program pertama yang beluau lakukan adalah pembangunan sebuah mesjid, maka Nabi Muhammad Saw pindah menempati sebagian ruangannya yang memang khusus di sediakan untuknya.
Mesjid itulah pusat kegiatan Nabi bersama kaum muslimin, untuk sama-sama membina masyarakat baru masyarkat yang di sinari oleh tauhid, dan mencerminkan persatuan dan kesatuan umat. Satu kebiajaksanaan yang sangat efektif dalam membina masyarakat baru di mekah adalah di isyaratkan media komunikasi berdasarkan wahyu, yaitu shalat jum’at yang dilaksanakan secara berjamaah dan azan.dengan shalat jum’at tersebut hampir seluruh warga masyarakat berkumpul untuk secara langsung mendengar khutbah dari Nabi Muhammad dan shalat jum’at berjamah.
b. Materi pendidikan Islam di madinah
Pada fase di madinah materi yang di berikan cukup komplek di bandingkan dengan materi pendidikan yang di berikan di fase Mekahdi antara pelaksanaan pendidikan di madinah antara lain:
1. Pendidikan Ukhwah antara kaum muslimin. Dalam pendidikan ini Nabi berusahauntuk meningkatkan dari satu kesatuan terpadu. Mereka di persaudarakan karena Allah bikan karena yang lain.
2. Pendidikan kesejah teraan sosial. Terjaminnya kesejahteraan sosial tergantung yang utama terhadap pemenuhan kebutuhan pokok dari pada kehidupan sehari-hari. Untuk itu setiap orang harus bekerja mencari nafkah. Untuk mengatasi masalah pekerjaan tersebut, Nabi muhammad memerintahkan kepada kaum muhajirin yang telah di persaudarakan dengan kaum anshar, agar mereka bekerja sama dengan saudara-saudaranya tersebut..
3. Pendidikan kesejahteran kaum kerabat. Yang di maksud dengan keluarga adalah suami istri dan anak-anaknya. Nabi muhammad berusaha untuk memperbaiki keadaan itu untuk memperkenalkan dan sekaligus menerapkan sistenm keluarga kekerabatan baru, yang bedasarkan takwa kepada Allah.
4. Pendidikan hankam (pertahanan dan keamanan) dakwah Islam. Masyarakat kaum muslimin merupakan state ( Negara) di bawah bimbingan Nabi muhammad yang mempunyai kedaulatan. Ini merupakan dasar dari dakwahnya untuk menyempaikan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia.oleh karena itu setelah masyarakat kaum muslimin di madinah berdiri dan berdaulat, usaha Nabi berikutnya adalah memperluas pengakuan kedaulatan tersebut dengan jalan mengajak kabilah-kabilah sekitar madinah, ajakan ter sebut di sampaikan dengan baik-baik dan bijaksana.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan Islam pada zaman Rasulullah dapat di rangkumkan menjadi dua fase yaitu mekah dan madinah tetapi belum bisa penulis memuatkan dalam makalah ini. Palingtidak pembahasan tersebut akan di temukan titik temu, bahwah pola pendidikan fase mekah dan madinah, memiliki persamaan dan perbedaan, fase mekah ada dua lembaga pendidikan yaitu Rumah Arqam Ibn Arqam dan Kuttab sedangkan di madinah lembaga pendidikan rumah para sahabat dan mesjid yang multifungsi.
Materi pendidikan di madinah adalah sebagai berikut:
1. Pendidikah ukwah 9persaudaraan)antara kaum muslimin
2. Pendidikan kesejah teraan sosial
3. Pendidikan kesejah teraan kaum kerabat
4. Pendidikan hankam (pertahanan dan keamanan) dakwah Islam
Kurikulum pendidikan Islam yang di pakai di mekah dan madinah adalah sama, yaitu Al-Qur’an yang di jelaskan oleh hadis Nabi Muhammad yang di turunkan berangsur-angsur, dan hanya kurikulum di madinah yang lebih komplit seiringan dengan bertambahnya wahyu yang di turunkan klepada rasulullah SAW.

DAFTAR PUSTAKA
1. Ibrahim Hasan, sejarah dan Kebudayaan Islam (Jakarta Kalam Mulia 2002)
2. Haekal, Sejarah Hidup Muhammad ( Jakarta : Balai Pustaka 1972)
3. Zuhairini dkk. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta : Bumi Aksara 1997)
4. Ibn Muhammad, Fakruddin Nursyam, Tarbiyah Rasulullah ( Jakarta : Gema Insani Pres 1996).

Halo dunia!

26 Januari 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.